waspada !! Terlalu Sering Berhubungan Intim Tidak Baik, Ini 9 Bahayanya, nomor 9 bisa membuat rumah tangga berpisah.
Sementara itu, orang yang berusia 60-an tahun hanya melakukan hubungan intim sebanyak 20 kali dalam setahun. Aktivitas ini hanya membuat rasa nyaman, tetapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Manfaatnya meliputi:
- Meningkatkan suasana hati
- menghilangkan stres
- Meningkatkan kekebalan tubuh
- Meningkatkan kualitas tidur
- Menurunkan berat badan
- Mencegah risiko terkena serangan jantung
- Menurunkan risiko terkena kanker prostat
- Meningkatkan pelumasan pada vagina
- Meningkatkan kontrol kandung kemih pada wanita
Meskipun begitu, terlalu sering berhubungan intim juga bisa mengakibatkan efek samping emosional hingga fisik seseorang. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui kondisi tubuh sebelum memutuskan berhubungan intim dengan pasangan.
Dampak Negatif Terlalu Sering Berhubungan Intim
Melakukan hubungan intim setiap hari dengan frekuensi berlebihan bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Berikut ini adalah beberapa dampak negatif terlalu sering berhubungan intim yang perlu diwaspadai:
1. Kelelahan
bakteri yang masuk melalui uretra.
Selain itu, ketidakseimbangan bakteri juga bisa menyebabkan infeksi pada vagina. Oleh karena itu, sebelum melakukan hubungan intim, sebaiknya bersihkan organ intim Anda agar terhindar dari bakteri dan kotoran.
Infeksi saluran kemih biasanya ditandai dengan gejala seperti, muncul rasa nyeri, terdapat sensasi terbakar, dan keputihan abnormal. Anda bisa mencegah kondisi ini dengan menjaga kesehatan organ intim secara menyeluruh.
Misalnya, mengosongkan kandung kemih sebelum dan setelah berhubungan intim. Selain itu, Anda juga bisa minum 2 gelas air putih untuk meningkatkan rasa ingin buang air kecil.
6. Berisiko Terkena Penyakit Menular Seks
Risiko timbulnya penyakit menularseksual juga dapat terjadi apabila terlalu sering berhubungan intim. Umumnya penyakit menular seks disebabkan oleh infeksi menular seks yang tersebar melalui kontak seksual.
Infeksi menular seks disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit. Infeksi menular seks dapat ditularkan melalui darah, air mani, cairan vagina, atau cairan tubuh lainnya.
Selain itu, infeksi menular seks juga dapat menular dengan cara lain, seperti menular ke bayi selama kehamilan atau proses kelahiran. Bahkan, infeksi menular seks juga dapat menular melalui transfusi darah dan penggunaan jarum suntik secara bergantian.
7. Terkena Penyakit Kanker
Meski dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat, bahaya terlalu sering berhubungan seks dapat meningkatkan risiko kanker terkait infeksi menular seks, termasuk Jenis-jenis HPV terkait dengan kanker dubur, serviks, penis, vagina, dan vulva.
Kanker adalah kondisi ketika tubuh mengalami perkembangan sel-sel abnormal. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah kesehatan serius apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.
8. Kehilangan Waktu dan Produktivitas
Terlalu sering berhubungan intim juga bisa menyebabkan hilangnya waktu dan produktivitas Anda. Berhubungan intim dengan pasangan memang meningkatkan suasana hati, namun terlalu sering melakukan aktivitas ini bisa mengganggu aktivitas lainnya.
Berhubungan intim bukan hanya salah satu cara menghindari kebosanan. Anda dapat mencari kegiatan produktif lainnya dengan pasangan agar terhindar suasana bosan.
9. Ketidakharmonisan Keluarga
Dampak terlalu sering berhubungan intim juga bisa menyebabkan ketidakharmonisan keluarga. Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan kecanduan pada seseorang.
Bahkan, kecanduan hubungan intim dapat meningkatkan masalah pada hubungan dengan pasangan. Misalnya, perselingkuhan, penipuan, dan ekspektasi yang tidak realistis.

Posting Komentar